Rabu, 18 November 2009

Anti Kemapanan dan atau Kesederhanaan

bagai dua mata uang yang mungkin tidak dapat dipisahkan, anti kemapanan dan atau kesederhanaan. kesan yang didapat akan berbanding terbalik ketika kita membaca thema diatas, namun maksud dan tujuannya mempunyai muara yang sama.

bukan berarti tidak dibolehkan untuk mapan tetapi manakala dalam keadaan mapan pada saat yang bersamaan dituntut untuk sederhana, memang tidak semudah itu untuk dapat mengaplikasikanya karena akan berbenturan dengan tingkat ego, emosi, dan karakter seseorang.

kontaminasi kehidupan sosial yang cenderung posesif dan prestis akan menambah perbendaharaan untuk menutup mata seseorang dalam melihat bentuk kesederhanaan yang sebenarnya.

sikap empati mungkin menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan hidup sederhana dalam keadaan mapan, ini lebih efektif karena dalam keadaan mapan bersikap empati akan lebih memberi nilai kebermanfaatan untuk sesama.

dalam pendekatan agama islam hal ini telah dicontohkan dengan adanya ritual ibadah shaum di bulan ramadhon juga saat hari raya iedul kurban, dimana semua golongan umat manusia akan dikondisikan menjadi sederajat dihadapan sang Pencipta dengan memberikan sikap empati oleh si mapan. rasanya sudah sangat jelas sekali!, tetapi ironisnya keadaan mapan ini masih terus saja mendominasi dan memberikan jarak dengan kesederhanaan.

sedikit mengingatkan, mari kita bertafakur sejenak untuk menilai tingkat kepekaan diri kita, apakah kemapanan yang dimiliki ini secara tidak langsung telah mezolimi saudara kita dengan tidak berupaya untuk sederhana..!?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

profil sim kuring

Foto saya
teu aya atuh jalmi anu sampurna teh, margina urang teh kedah saling mengingatkan dina aya kalepatanana.. leres kitu sanes?